Intrik semesta kembali menerpa,
Kali ini menerjang kubangan peraduan diri
Gurauan tidak berbicara banyak
Keinginan untuk sadar
Melebihi batas wajar
Pola pola pemikiran tak tentu
Cukup membasahi
Cukup mengilhami
Cukup menyakiti
Selama itu, diri ini hanya bersandar pada keraguan tak menentu
Dan selama itu pula, tidak ada kerahiman ilahi yang menyangkal ketiadaan
Saya rasa ini cukup mampu dikatakan sebagai tragedi, tentang masa atau rasa yang tidak pernah didengungkan sebelumnya. Dan sudah sebagaimana mestinya pikir, tutur kata, dan logika mencari ilhamnya sendiri
Sementara di muka keadilan tidak terasa cukup berguna. Ketika perkara mencari muka, sudah cukup membuktikan bahwa diri ini berbicara banyak tentang ketidakmampuan
Dan masih di masa yang sama itu, gurauan belum berbicara banyak
Hitung-hitungan para pakar matematika seakan bukan ilmu pasti, sebab banyak kemungkinan menerpa dan menerjang kepastian
Lagi-lagi gurauan tak mampu menunjukkan integritasnya
Sehingga saya rasa gurauan hanya cercaan belaka. Yang membatasi, atau bahkan menembak mundur pejuang-pejuang sisi batas
Mungkin beberapa diantaranya hanya berusaha menghibur,
Dan sisanya mencemooh surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar