Sore ini hujan,
Malam tadi angin menggerus nadiku kencang
Pilihan buatku sama saja tak bermakna.
Lonceng-lonceng di sudut jalan,
Sudah berdentang
Saatnya memaknai apa yang sudah dilewati
Irama serampangan jatuh,
Malam itu tidak sunyi
Malam itu tidak mati
Malam itu abadi
Seakan membutakan perasaan
Singkat, namun dalam
Tetapi rintik hujan disana cukup keras,
Cukup untuk memaknai tempo disela telinga yang kedap akan suara dari kejauhan
Dan lagi-lagi,
Aku bukanlah diriku
Denyut nadi perlahan melepas emosi
Aku tidak ingin berkelahi,
Pun juga mati,
Aku hanya ingin menanti
Momentum yang abadi
Perjalanan singkat ini cukup memberiku arti
Tentang bagaimana makna yang dimaknai oleh makna itu sendiri,
Bukan makna lain.
Tetap saja, jiwa ini belum sadar
Akan arti mengapa dan bagaimana
Tentang pribadi sendiri
Atau yang lain.
Catatan peristiwa semoga menyadarkan
Apa itu sesungguhnya